Monday, December 04, 2006

Catatan (13): Yahya Zaini

Anggota Dewan (Tidak) Terhormat


Beberapa hari lalu seorang teman di kantor menyodorkan USB. "Kamu mau lihat Yahya Zaini beraksi?" tanyanya.

Segera aku mafhum. Teman itu menyodorkan flashdisc berisi gambar bergerak persetubuhan antara anggota Dewan (tidak) terhormat Yahya Zaini dengan artis dangdut Maria Eva. Tiga minggu sebelumnya, saya sudah mendengar langsung dari rekan Ade Komarudin, anggota DPR, saat aku bertemu dengannya di Restoran Bebek Bali, Senayan, Jakarta.

"Astagfirullah al Adziem, saya tidak menyangka si Zaini bisa beradegan porno seperti itu," seru Ade waktu itu. Saya tidak aneh dengan ulah DPR, tetapi untuk yang satu ini naluri kewartawanan saya terusik. "Bisa saya lihat videonya, Kang Ade?" pintaku saat itu. Sayang, Kang Ade, teman sejak aku biasa meliput partai-partai politik, tidak dapat meluluskan permintaan karena tidak merekam video itu, hanya mengaku pernah melihatnya.

Nah sekarang, flashdisc itu sudah berada di tangan. Aku tentu saja menerima uluran teman dan mencoba memutarnya di komputer meja. Rekan-rekan lainnya langsung merubung. Yakinlah, video berdurasi 42 detik itu memperlihatkan kepada saya dan kepada dunia, dialah Yahya Zaini dan penyanyi Dangdut Maria Eva.

Yahya Zaini yang saya kenal adalah pribadi yang menyenangkan. Dia pintar, kalem, dan tidak banyak gaya seperti politisi lainnya, khususnya politisi Golkar. Saat Orde Baru berkuasa, ia cenderung "jauh" dari pers, tetapi sesungguhnya ia enak diajak bicara kalau urusan berita. Lobinya kuat, maklum dia pernah menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) akhir tahun 1992 lalu.

Saat pembahasan Undang-undang "Jisamsoe", yakni tiga undang-undang politik No 1, 2, dan 3 (pemilu, parpol, susduk) tahun 1998 lalu, pertemananku dengan Yahya Zaini semakin akrab, maklum dia sering memberi bocoran risalah rapat, meski sekedar untuk backround, tidak untuk diberitakan. Tetapi dengan cara begitu, aku dapat memahami persoalan, latar belakang, dan lengkap dengan duduk perkaranya. Tentu saja buat bahasan berita atau tulisan.

Sekarang aku melihat dengan tak berkedip video itu. Ya, dia Yahya Zaini yang saya kenal. Saat saya SMS dia, SMS tidak berbalas. Saya mafhum, mungkin dia sedang bersembunyi di lubang semut atau sedang tiarap dan saat tengadah sudah berniat bunuh diri. Pikirannya pastilah pusing sekian keliling. Betapa berat beban malu yang harus dia derita. Bisa saja jabatan sebagai Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR tetap disandangnya, bisa saja dia tetap menjadi pimpinan teras partai, bisa saja masyarakat Madura masih tetap menghormati anak terbaiknya itu. Tetapi, apakah dia cukup kuat dan hebat dalam menanggung beban rasa malu yang menekan tak terperikan itu? Masih harus ditunggu.

Dari majalah yang kubaca, dua atau tiga tahun lalu dia bermasalah dengan istrinya dan sampai digugat cerai oleh istrinya itu di pengadilan. Saat itu tudingannya adalah kekerasan dalam rumah tangga, tetapi juga dibumbui oleh perselingkungan semacam ini. Aku tidak tahu apakah penyanyi dangdut itu ada kaitannya dengan peristiwa terdahulu. Jawaban ya atau tidak, ini sebuah akumulasi dari "karier" Yahya Zaini dalam urusan rumah tangga. Mengenaskan!

Kembali petuah lama terngiang tetapi masih tetap relevan untuk masa sekarang. Tahta, harta, dan wanita... kedudukan (DPR), harta (rumah, kendaraan, dan uang berlimpah), wanita (penyanyi dangdut), mengulang cerita lama dimana seseorang (lelaki) bisa jatuh karenanya. Yahya Zaini sudah membuktikannya.

Pepih Nugraha
Jakarta, 4 Desember 2006

4 comments:

arman said...

Blognya keren nih mas. Nambah ilmu menulis. Oh ya game pingpongnya juga OK...:-) Salam kenal.

Si Jagoan Makan said...

Mas Pepih kok postingnya Yahya Zaini (11).1-10 -nya mana Mas ?

Anonymous said...

buat yang pengen download videonya YZ ada di situs ini http://situskugratis.googlepages.com/index.htm

niken said...

kang pepih...
Sayangnya Yahya Zaini asli orang Indonesia, coba kalo bukan asli orang indonesia selain tambah ngetop pasti tambah kinclong aja...
Politikus di luar negeri pun banyak yang suka nuker istri sama yang the brand new.. walaupun, disorot terus ama media tetep aja kulitnya kayak badak hehehehe... banyak harta memang banyak godaan ya?