Monday, September 15, 2008

En Passant



Kompasiana Go Online

INI proyek yang pengerjaannya paling sering tertunda, mungkin juga dipilih sebagai prioritas terakhir. Akan tetapi sejak 1 September 2008, blog khusus para jurnalis Kompas itu sudah bisa diakses di alamat http://kompasiana.com/.

Semangatnya, semua jurnalis Kompas yang mencapai 250 itu punya kavling masing-masing dengan mengisi kontennya sesuai preferensi individu. Saya sendiri punya kavling dengan alamat http://pepihnugraha.kompasiana.com/. Begitu juga jurnalis lainnya punya nama blog sesuai nama masing-masing.

Nama Kompasiana diusulkan wartawan senior yang biasa menulis kolom "Politika", yakni Budiarto Shambazy. Kompasiana sendiri adalah kolom pendiri Harian Kompas, PK Ojong. Budiarto sendiri menamai blognya di Kompasiana sebagai "Politiking". "Istilah itu tidak selalu berkonotasi negatif, saya akan kasih gambaran bagaiman berpolitik yang baik," katanya.

Sebagai pengasuh Kompasiana, saya harus selalu mengenalkan dunia blog, khususnya keberadaan Kompasiana kepada para jurnalis yang supersibuk. Tidak semua jurnalis akrab dengan blog. Jangankan punya, membaca blog orang saja barangkali belum pernah. Jadi alangkah senangnya ketika ada sejumlah jurnalis yang mau dibuatkan blog di Kompasiana, bahkan ada yang langsung mengisi kontennya seperti Agus Hermawan di alamat http://agushermawan.kompasiana.com/.

Mengapa jurnalis, termasuk jurnalis Kompas, harus ngeblog? Itu karena keniscayaan. Tengok koran-koran berskala internasional yang punya blog jurnalis sendiri. Uniknya, blog jurnalis ini justru lebih sering dikunjungi pembaca. Di blog ini si jurnalis bisa langsung berinteraksi dengan pembacanya.

Begitu pula harapan saya dengan Kompasiana dimana jurnalis Kompas bisa saling menyapa dengan para pembacanya. Di samping itu, Kompasiana memberi kesempatan jurnalis berpikir bebas mengenai hal apapun, yang tidak mungkin pemikirannya itu bisa ditulis di Harian Kompas sendiri.

Satu hal, dalam Kompasiana seorang jurnalis bisa menceritakan "behind the story" yang tidak bisa secara terang-terang diberitakan di koran. Jika tida sepaham dengan editor dan harus di-"kalahkan" atas nama kebijakan struktural, di sinilah tempatnya jurnalis mengungkapkan ketidaksetujuannya.

Kini Kompasiana masih dalam tarap pengembangan dan belum dikaitkan di navigasi Kompas.com, tetapi dalam waktu dekat siap diluncurkan. Hanya saja, satu fase penting, yakni mengajak jurnalis Kompas ngeblog, sudah terlampaui. Sekarang saya tinggal mengurus kontennya.

Selamat mengklik jurnalis blog http://kompasiana.com/.

Perjalanan macet Bintaro-Palmerah, 15 September 2008.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

2 comments:

Anonymous said...

waks, makin rajin aja Kompas ngeblog :D

~angtekkhun

Retty N. Hakim said...

Sebenarnya jurnalis ngeblog itu untuk kepentingan jurnalisnya juga...jadi lebih dikenal bukan cuma Kompasnya saja yang diingat. Jadi nilai tambah buat kepentingan pribadi juga...

Mas, komentar dong di tulisan saya
http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=10558&post=1
Biar tambah seru masukannya. Terima kasih sebelumnya.

Salam,
Retty