Tuesday, May 27, 2008

Berbagi Pengalaman Menulis (51)




Seminar sebagai Lahan Berita

INI kelanjutan cerita dari seminar satu hari pada 19 Mei 2008 lalu di Batam, Kepulauan Riau. Seorang wartawan Batam Pos dengan jeli menangkap isu yang menjadi bahasan dalam seminar itu. Seminar yang saya bawakan sendiri membahas media massa digital (lihat postingan "Catatan 49"), tetapi seorang peserta yang kebetulan mewakili salah satu perusahaan penyedia layanan komunikasi seluler, bertanya mengenai sulitnya media massa digital lewat media telepon seluler memassa karena mahalnya perangkat ponsel itu sendiri.

Saya menjawab pertanyaan peserta itu dengan mengatakan bahwa harga barang elektronik apapun, termasuk ponsel, akan semakin murah dari hari ke hari. Selain karena saingan yang bertumbuh, teknologi hanya bisa diterima masyarakat jika harganya sudah sangat terjangkau. Demikian pula dengan ponsel internet.

Saya katakan, setiap ponsel sekarang ini sudah diberi fasilitas internet dengan harga yang terjangkau. "Justru yang mahal ketika kita harus berlangganan ke perusahaan provider. Coba turunkan harga pulsanya, media massa digital yang bisa diakses lewat ponsel pasti akan lebih memassa," kata saya.

Kata-kata saya inilah yang kemudian dikutip dan dikembangkan wartawan Batam Pos tadi menjadi sebuah berita yang bisa diklik di sini atau saya kutip kembali selengkapnya di bawah ini:

Provider Selular Bisa Dorong Media Digital
Selasa, 20 Mei 2008

Dunia media massa akan terus bergerak. Kini kecenderungan media digital semakin nampak Harga kertas yang senantiasa melambung membuat pengusaha media berpikir untuk beralih ke bentuk media lain.

Ditambah lagi budaya budaya teknologi yang semakin merebak di kalangan anak muda.

"Kelak anak kita akan semakin familiar dengan komputer, saat itulah medai digital mendapat pasar yang lebar," ujar Pepih Nugraha, salah seorang pengasuh kompas.com.

Berbicara di hadapan peserta Safari Jurnalistik PWI yang digelar di Hotel Nagoya Plasa, Senin (19/5), Pepih mengatakan kecenderungan ini tidak bisa ditahan.

Perkembangan ponsel pun sangat memungkinkan orang berinterkasi dengan media digital tanpa harus berhadapan dengan sebuah komputer. Cukup dengan ponsel orang sudah bisa membaca koran digital.

Masalahnya, saat ini, adalah harga perangkatnya yang masih dianggap mahal. Namun kelak harganya akan semakin turun. "Kalau sudah diproduksi massal tentu jauh lebih murah," ujarnya.

Masalah lain adalah masih mahalnya biaya pulsa untuk mengakses internet via ponsel.

"Andai para provider menurunkan tarif namun semakin banyak pelanggan yang memakai 'kan sama saja, pendapatan mereka juga semakin banyak," tegas Pepih. (ptt)

No comments: