Sunday, December 23, 2007

Berbagi Pengalaman Menulis (42)


Tulisan Pelengkap

DI bawah ini tulisan saya yang dimaksudkan sebagai pelangkap untuk tulisan "Menangkap Hal-hal Sepele" yang sudah di-upload sebelumnya, yang dimuat Kompas pada hari yang sama, yakni 30 November 2007. Semoga bermanfaat dan memberi inspirasi:

OCJS
"Universitas" bagi Netizen

Tidak pernah diduga sebelumnya, suatu saat sekolah besar dan lengkap bagi para pewarta warga atau citizen reporter (netizen) akan berdiri. Inilah sekolah bagi para calon pewarta warga yang diberi nama OhmyNews Citizen Journalism School atau OCJS.

Dari namanya sudah dapat ditebak, sekolah ini milik Oh Yeon- ho, pendiri koran online independen di Korea Selatan, OhmyNews—koran online pertama yang merekrut warga sebagai reporternya. Oh ingin menunjukkan bahwa warga biasa, selain bisa menjadi pewarta warga, juga bisa bersaing secara profesional dengan wartawan sungguhan dari berbagai jenis media mainstream, yakni media cetak, elektronik, maupun sesama media online.

Dalam urusan berita, jangan pernah main-main dengan warga biasa!

Demikian pesan yang ingin disampaikan dengan berdirinya OCJS di sebuah wilayah, 90 menit perjalanan menggunakan mobil dari Seoul, ibu kota Negeri Ginseng ini. Sebuah bangunan yang dulu kesepian selama 10 tahun, dengan dana sekitar Rp 4 miliar, direnovasi menjadi pusat pendidikan komunitas pewarta warga. Di sini warga biasa, mulai dari remaja sampai yang berusia senja, dapat belajar menciptakan konten berita online secara mandiri.

Didesain sebagai "pusat pengetahuan kolaboratif", OCJS yang dibuka 24 November lalu bakal mendidik sekitar 60.000 pewarta warga yang diklaim sebagai netizen OhmyNews. Kini setiap warga Korea Selatan mendapatkan kesempatan mengasah kemampuan mereka menciptakan konten berita.

Jurnalistik

Fakultas jurnalistik di mana pun boleh iri dengan OCJS yang memiliki luas 9.509 meter persegi ini dalam hal kelengkapan belajar-mengajar. Ada tiga ruang kelas yang masing-masing bisa menampung 100 siswa. Ada ruang makan yang dilengkapi hotspot sehingga bisa terkoneksi ke internet setiap saat. Ada pula tempat rekreasi dan fasilitas olahraga luar ruang.

Silabus pelajaran pun tidak kalah dari fakultas jurnalistik yang meluluskan wartawan sungguhan yang kelak bekerja di media massa konvensional. Mulai kelas yang mengajarkan cara kerja wartawan, teknik wawancara, teknik menulis berita, workshop bagi reporter netizen baru, hingga penggunaan kamera digital untuk foto dan video.

Ada juga kelas bagi para eksekutif bermodal yang tergerak memutarkan uangnya di bisnis media. Bagi manajer yang gagap menulis, juga diwadahi di kelas tersendiri.

Uniknya, para pengajar berasal dari pewarta profesional berbagai media massa mainstream, mulai dari wartawan media massa cetak, radio, hingga televisi. Ini masih ditambah pengajar dari pewarta warga senior OhmyNews. Tentu saja Oh Yeon-ho sebagai pendiri, sekaligus pemilik OhmyNews, berkesempatan tampil khusus untuk memberi motivasi bagi calon pewarta warga.

Kalau sudah begini, persaingan terbuka dalam hal kapabilitas, akurasi, serta kecepatan antara wartawan sungguhan dari media massa mainstream dan pewarta warga dari media massa alternatif segera dimulai. Setidak-tidaknya di Korea Selatan. (PEP)

1 comment:

agam said...

Hebat memang ohmynews.
Di Indonesia saya kagum dengan rekan-rekan payingkul.com, komunitas jurnalis orang biasa Makassar.
berbincang dengan mbak Lily Farid dan mas Farid, akhirnya kami mengundang mereka ke Sorowako untuk pelatihan citizen journalism 2 hari. hanya saja minat menulis tidka bisa dibangun dalam 2 hari. pelan-pelan karyawna muda mulai ngeblog, isinya keluh kesah tinggal di pedalaman, sepi, dll. sementara yang kualitas citizen journalism belum ada