Thursday, June 14, 2007

Berbagi Pengalaman Menulis: (25)









Nia Sihasale Yang Sopan



SAYA bertemu Nia Sihasale Zulkarnaen 26 Mei 2007 di Hotel Santika, saat ada acara pelatihan MDG's. Dia datang bersama sang suami, Ari Sihasale. Pasangan yang keren abis, kata anak-anak gaul sekarang, so pasti juga serasi.



Nia kebetulan duduk di samping kanan saya. Di sebelah kanannya duduk Ari. Dulu saya kenal dia bernama Nia Dicky Zulkarnaen. Tetapi setelah menikah, saya membaca di kartu namanya, berubah menjadi Nia Sihasale Z.



Nia ternyata sangat sopan, jauh dari yang saya bayangkan. Mungkin karena saya terlalu terpaku pada layar kaca dimana Nia sering muncul. Atau karena pada film "Denias" yang dibintangi suaminya ia berperan sebagai kepala sekolah yang tegas dan tanpa kompromi. Di dunia nyata, Nia perempuan yang sopan dan senang diajak bicara.



Maka, Nia banyak bercerita mengenai "Denias", film yang bukan saja menurut Nia fenomenal, tetapi juga oleh banyak pengamat film. Beruntung, saya sudah menonton film yang diputar di banyak festival ini, sehingga saya bisa "nyambung" saat Nia bercerita mengenai cerita di balik layar film itu. Teman saya, Aris Jauhari, mengambil kamera saya saat saya asyik bicara dengan Nia. Sungguh, tanpa saya sadari, tahu-tahu di kamera sudah ada beberapa sekuel gambar saya dengan Nia (salah satunya foto di atas).



Bagi saya, Nia tetaplah "objek" berita, bukan hanya sekedar teman bercerita, meski hanya di ruangan MDG's itu. Saya punya cerita dari obrol-obrolan itu. Dia cerita kegiatan terakhirnya memuat film "Denias" di ketinggian Puncak, Jawa Barat, bersama anak-anak di sana. Saya tawarkan kepada editor Sosok, dan bisa diterima, meski pemuatannya agak lama karena menunggu giliran. Tulisan untuk "Nama & Peristiwa" itu juga saya lengkapi dengan hasil percakapan telepon dan SMS Nia.



Berikut tulisan tentang Nia yang dimuat Kompas hari Kamis (14/6) ini:



Nia Sihasale Didatangi GK



Nia Sihasale Z—setidak-tidaknya demikianlah nama yang tercantum di kartu namanya—kedatangan tamu istimewa, yakni Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita, yang biasa disingkat GK. Bukan ke rumahnya, tetapi ke Blitz Megaplex di lantai delapan Grand Indonesia, Jakarta, untuk menonton film Denias Senandung di Atas Awan. GK rupanya membawa anggota DPD lainnya plus sejumlah gubernur yang kebetulan sedang berada di Jakarta.



"Ini permintaan menonton Denias bersama yang sangat mendadak, tetapi saya senang," kata Nia, Selasa (5/6). Menurut putri pasangan aktor Dicky Zulkarnaen dan Mieke Wijaya ini, seluruh kursi yang berjumlah 144 terisi.



Nia membintangi film itu meski bukan pemeran utama, sedangkan sang suami, Ari Sihasale, menjadi produser film tentang perjuangan seorang anak Papua untuk bisa bersekolah tersebut. Nia memang selalu bersemangat tatkala bercerita tentang Denias, tokoh utama film yang diperankan Albert Faxdawer. Denias yang asli kini mendapat beasiswa di Australia.



Tentang Denias, kata Nia, film yang mengambil setting Papua ini masuk nominasi Festival Film Shanghai, China. Di Tanah Air Denias-Denias baru bakal lahir sebab Nia dan suami berencana membuat 13 serial Denias untuk televisi. Tokoh utamanya tidak lagi dipercayakan kepada Albert Faxdawer, tetapi kepada "Denias-Denias" lain dari berbagai daerah. "Hanya semangat Denias-nya saja yang kami ambil untuk serial televisi itu," ungkapnya.



GK, masih menurut Nia, mengemukakan perlunya film seperti Denias di zaman sekarang ini. Bukan sekadar menghibur, tetapi memiliki misi pendidikan, baik untuk anak-anak maupun keluarga, selain memperkenalkan keberagaman budaya Tanah Air. (PEP)

No comments: