Monday, January 01, 2007

Novelet: Mystery of Love (9)

"Mystery of Love"
Oleh TIA



RS International Bintaro, Jakarta. Hatiku sudah berdegup kencang ketika turun dari taksi. Angel sudah menawarkan agar aku mau dijemput supir di airport. Tapi aku mengatakan, aku bisa langsung ke RS sendiri.

Aku bertemu Angel di lobby RS, wanita yang sangat anggun dan cantik, dari raut wajahnya kira-kira dia berumur sama denganmu.

Agh, tiba-tiba rasa tak enak menyergapku, matanya memerah, mungkin karena kebanyakan menangis atau kurang tidur aku tak tau, tapi yang jelas muka kami sama-sama pucat karena kelelahan. Angel kemudian mengajakku ke salah satu ruangan kosong, seperti ruang meeting.

“Saya meminjam ruangan ini, agar kita bisa berbicara terlebih dahulu Ara.” Dia mempersilahkan aku duduk.
“Bagaimana keadaan Mas Nata...” Aku duduk di tempat yang dia persilahkan.

Angel pun duduk di sampingku, “Masih koma, sudah 4 hari.” Dia menatapku, kemudian sambil berkaca-kaca, dia menyerahkan XDAmu kepadaku.
Aku menatapnya tak mengerti, ”Apa ini Mbak?”

Dia menarik napas panjang, dan berkata, ”Di sana tersimpan semua tentang kamu, e mail-e mail dia ke kamu, dan e mail kamu ke dia, catatan pribadi Nata, dan beberapa fotomu dan dia.”
“Mbak…untuk apa? apa saya harus membacanya ?” tanyaku semakin tak mengerti.

“Ara, 5 hari yang lalu, Nata mengajakku bicara, dia…dia ada niat untuk menikahimu, dia bersimpuh di hadapanku, meminta agar dia bisa menikahimu, aku tentu saja tidak bisa menerimanya…aku marah besar waktu itu, aku sangat emosi, aku merasa harga diriku sebagai wanita sudah dinjak-injak oleh dia, aku tau, aku mungkin terlalu sibuk dengan urusan bisnisku, sehingga aku sering sekali melupakan dia, tapi Ara, aku masih sangat mencintainya.. (Suara Angel tercekat, menahan tangis)…Tapi aku harus mengerti, karena kesalahanku juga, dia bisa jatuh cinta kepadamu.”

Angel meremas sapu tangan yang ada di tangannya, aku tahu dia berusaha tabah, berusaha menahan air matanya, aku pun mengambil tangan kirinya dan mengenggamnya, “Saat itu pula, aku…aku mengusir dia, di depan anak-anak kami, Oh Ya Allah…apa yang telah aku lakukan…Astaghfirullaah,” Angel pun menangis tersedu-sedu, “Aku menyesal Ara…aku menyesal, tidak seharusnya aku melakukan itu, kepada suamiku sendiri, padahal malam itu sedang hujan deras, dan Nata, dia sama sekali tidak berusaha melawanku dan membela dirinya, dia hanya diam, dia tidak membawa apa-apa dari rumah kami, dan hanya menciumi anak-anak, dia juga berusaha meminta maaf kepadaku, tapi aku sudah sangat histeris malam itu, dan aku tetap mengusirnya pergi, huu huu !”

Aku pun memeluk Angel, dan ikut terisak di pelukannya, aku bayangkan apa yang ada di hati kamu, apa yang ada di hati Angel, dan di hati anak-anakmu saat itu. Ah..aku merasa sangat bersalah.

“Dan akhirnya di malam hujan deras itu, Nata pun pergi dengan membawa mobil sedan, padahal supir kami sorenya sudah bilang kepadaku, kalau mobil tersebut remnya sudah tidak makan, dan perlu diservis, tapi aku lupa…aku tidak kepikiran sama sekali…huu huu.” Aku mempererat pelukanku dan mengusap-usap punggung Angel.

“Benar saja, selang 2 jam kemudian, kami mendapatkan telepon kalau Nata kecelakaan, remnya blong dan dia menabrak pembatas jalan tol…untung saja mobil itu dilengkapi standar pengamanan yang cukup baik, tapi, tetap saja…..Nata koma. XDA ini yang selamat dari kecelakaan, karena tertinggal di meja ruang tamu,” Angel melepaskan pelukannya, aku mengusap air matanya,dan memandang ke meja tempat XDA itu berada.

“Jangan menyalahkan dirimu Ara, kamu tidak salah…semua sudah merupakan rencana Tuhan. Akhirnya kita dapat bertemu, aku bisa mengenalmu, semua sudah rencana dariNya. Bacalah catatan pribadi Nata… Ara, aku sudah tandai, yang menurutku kamu harus baca. Kalau sudah selesai aku menunggumu di atas yah.” Angel berdiri dan memelukku sebentar,”Terimakasih sudah mau datang Ara..”

Aku tersenyum padanya, dan duduk kembali…terdengar suara pintu ditutup dari luar.

Hatiku merasa sedih, aku merasa sendiri.
(Bersambung)

1 comment:

Rika said...

kang pepih saya suka sekali baca, cerita nya bagus bgt sampe ga sabar nunggu lanjutannya... ada di jual di toko buku ga? saya mau nyari... btw, perkenalkan saya temannya Bundanya kakang...