Tuesday, July 03, 2007

Catatan (22): Surat Lili 2











Bertemu Lili



SABTU, 23 Juni lalu, saat berada di Tasikmalaya, saya menyempatkan diri mengunjungi rumah Lili, teman sewaktu di SMA, yang pernah berkirim surat tanpa alamat pengirim (lihat postingan sebelumnya). Saya berada di Tasikmalaya karena esok harinya, 24 Juni, menghadiri reuni SMP Negeri 1 angkatan 1981. Saya pikir, sekalian jalan saja sebelum mengadakan "tour de Java" sekeluarga untuk mengunjungi saudara-saudara di Solo dan Cirebon.



Tidak sulit menemukan rumah Lili di Jalan Dr Mochamad Hatta yang dulu bernama Jalan Raya Ciamis itu. Tentang pertemuan dengan Lili dan keluarganya, kelak saya akan ceritakan tersendiri (lihat foto). Di sini saya mempostingkan imel Lili lewat alamat adiknya Tanti Susilawati, seorang novelis muda berbakat, yang novel pertamanya, Hey Mister I Love You, masih saya baca dan dipertimbangkan untuk dibuatkan resensinya.



Lili menyilakan saya mempostingkan suratnya dengan maksud teman-teman lainnya semasa SMA II Tasikmalaya (1981-1984) dulu ada yang membacanya. Berikut surat Lili tanpa perubahan apapun, baik cara menulis maupun gaya bahasanya:



Halo Pepih! Halo Tantri! (salam kenal)

Wah, Lili seneng banget lho! Ternyata kamu benar2 Pepih temanku!

Lili diberitahu adik bungsuku, Tanti, dia lihat blog kamu di internet. Di situ kamu nulis “Surat dari teman SMA”, kita senyum2 aja bacanya.. jangan ketawain aku ya kalau aku masih pake cra kuno buat nulis surat .



Memang sih, di zaman millennium ini, aku termasuk jenis langka yang masih pake amplop dan prangko, beda dengan adikku yang tiap hari melototi laptop. Kalau Lili sih paling2 pijit2 kalkulator (ngitung bati!), dulu waktu masih kerja (BBI Tsm) paling cm pijit2 komputer, bikin laporan.



Thanks a lot ya buat pujianmu yang selangit, padahal aku pikir dulu itu aku lebih banyak nyebelinnya daripada bagusnya, bener.



Lily or Lili is okay. My Dad sih kasih nama di Akta Kelahiranku Lili, tapi berhubung dulu aku lagi rada gumeulis, aku suka tulis2 namaku Lily biar lebih keren gitu… heheheh..



Iya Pep, aku juga sama2 byk kehilangan jejak teman2 SMA dulu, misalnya teman kita yang jenius Ang Le Tjien, dulu sekali sih waktu aku kuliah di Yogya, aku pernah ketemu dia di stasiun, dia juga kul di Yogya (Sanata Dharma), sedangkan aku di AKUB, setelah itu sampai sekarang tidak ada beritanya lagi, dengar2 sih dia pernah jadi dosen, terus katanya sekarang jadi biarawati. Benar tidaknya, aku sendiri juga nggak tahu.



Si Jangkung Taufik, dengar2 sudah jadi dokter, katanya di Jakarta , tapi setelah lulus SMA dulu, aku sendiri belum pernah ketemu dia lagi.



Lili juga pingin tahu kabar temen2 yg lain; Hen2, Ida, Bina, Dudi, Dian, Lina, Rina (kamu pasti ingat Rina, gadis tercantik di kelas kita yang kamu taksir… ehm.. heheh… gak apa2 ya kalau dibaca Tantri juga, ini mah cerita zaman dulu Tan, waktu Kang Pepih masih ingusan! Hehehe)



Eh, gimana kabarnya saudara kamu si Tatan? Apa masih lucu seperti dulu?



Kamu ingat nggak teman sebangku Lili yang manja, Nunung? Dia juga sudah jadi ibu RT dan ibu guru! Dia jadi guru B Indo di SMP dekat rumahnya di Cihaurbeuti, Lili pernah ketemu sekali di supermarket, sama2 lagi ngajak main anak2, dia jadi gemuk lho!



Lili juga sekali-kal suka ketemu Iis Aisyah (dirijen kelas kita), dia masih manis dan ramah seperti dulu, dia juga jadi guru, anaknya sudah besar2.



Kalau Yenyen mah sekarang jadi somse, kalau papasan di jalan, aku senyum, eh, dia malah cepat2 liat ke arah lain, pura2 gak liat! Gak tau kenapa, mungkin mentang2 sudah jadi nyonya bos kali!



Pep, cerita2 dong tentang kesibukanmu jadi wartawan, kamu pernah tugas ke mana aja? Pasti asyik banget ya!



Bahasa Prancis kamu kayaknya lancar banget ya? Adikku pernah kursus di CCF, tapi dia lebih tergoda sama bhs Italia gara2 suka nonton bola!



Eh, kita sebenernya kemaren mau kasi komen langsung di blog, tapi gak tau kenapa gak bisa masuk terus.



Btw, aku pernah baca artikel kamu ttg Bosnia waktu masih perang dulu, juga ttg Aceh setelah tsunami. Adikku Tanti juga pernah ke Aceh, ikut tim medis Amrik (dia jadi penerjemah), selama dia di sana (1 bulan), Lili agak waswas dan khawatir juga, terutama karena daerah di mana dia ditugasin masih rawan bentrokan dengan GAM.



Eh, Lili juga pernah liat kamu di tak tik boom. Sayangnya kamu agak grogi ya, jadinya gak menang.. coba kalau tenang, pasti menang, maklum lah masimudamasutipi ya heheheh



Cerita dong tentang keluargamu, apa Tantri sama2 dari Tasik atau dari Jakarte? Anak kalian udah gede2 ya? Ada berapa? Anak2ku masih kecil, kelas 4 dan 2 SD, cowok semua.



Kalau kalian lagi liburan di Tasik, mampir ya ke rmah kami di Jl. Dr. Moch Hatta Tsm.



Ok deh, Pepih, Tantri, sekian aja dulu kabar dari Tasik. Lili tunggu balasannya ya!



Salam,

Lili



(karena gaptek, aku nebeng alamat adikku hehehe, harap maklum!)

No comments: