Showing posts with label Bendera. Show all posts
Showing posts with label Bendera. Show all posts

Wednesday, August 27, 2008

Citizen Journalism (18)

Bendera Parpol Pengusir Tikus

SAYA berada di desa tempat saya dilahirkan, Ciawi Tasikmalaya, Sabtu, 23 Agustus 2008 lalu. Saya menyempatkan diri melihat sebidang tanah untuk hari tua nanti. Satu hal yang membetot perhatian saya adalah sebuah bendera partai politik, bendera PDI Perjuangan warna merah lengkap dengan banteng gemuk di dalamnya.

Saya bertanya kepada salah seorang "panyawah", penggarap sawah yang masih terbilang saudara, mengapa bendera PDI Perjuangan dipasang di sawah. "Untuk mengusir tikus," jawabnya. "Soalnya tikus takut sama banteng!" Saya pun spontan tergelak mendengar jawabannya yang polos tapi mengena itu.

Saya ambil makna lain dari adanya bendera PDI Perjuangan di atas sawah yang menghijau itu. Boleh jadi PDI Perjuangan sekarang parpol yang disegani dan ditakuti para koruptor. Bukankah para koruptor selalu digambarkan dengan tikus? Jadi, adanya bendera PDI Perjuangan di atas sawah itu pun untuk mengusir para koruptor, eh... tikus-tikus itu! Setuju? (PEPIH NUGRAHA)

Monday, August 18, 2008

Citizen Journalism (15)

Kompleks Internasional

TERLALU berlebihan kalau harus mengatakan Vila Bintaro Indah, sebuah kompleks perumahan yang dulu bernama Bumi Sudimara, Tangerang, sebagai kompleks perumahan internasional. Apa pasal? Pada perayaan 17 Agustusan lalu seisi kompleks dihiasi bendera berbagai negara, di samping Merah Putih tentunya, seakan-akan bendera itu mewakili penghuni asing yang berdomisili di dalamnya. Padahal, hanya ada satu warga asing yang ada di kompleks perumahan itu, yakni seorang Nyonya dari Jepang.

Berkibarnya bendera berbagai negara di kompleks VBI, demikian perumahan itu biasa disingkat, berkat jasa baik Pak Thomas Panggabean, salah seorang penghuni yang merelakan koleksi bendera berbagai negara itu dikibarkan. Dia pernah bekerja di pelayaran, sehingga bisa mengumpulkan bendera-bendera itu dari berbagai negara yang dia singgahi. Tentu bukan bermaksud makar. Masak iya makar mengibarkan puluhan bendera asing sekaligus di Bumi Pertiwi ini. Ini hanya salah satu kreativitas warga saja, seperti yang terlihat pada dua foto di atas yang saya ambil dengan kamera ponsel. (PEPIH NUGRAHA)

Bintaro, 18 Agustus 2008